BEM FKM Unismuh Palu Gelar Kajian Kepemimpinan Manajemen Organisasi, Dorong Pengurus Memahami Jalur Koordinasi

Blog,News
9 dibaca
Ringkasan Singkat:

BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu menggelar Kajian Kepemimpinan Manajemen Organisasi pada 12 September 2026 dengan tema “Aktualisasi Peran: Dari Struktur Menuju Strategi Pergerakan yang Nyata.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, jalur koordinasi, serta tanggung jawab setiap pengurus dalam membangun organisasi yang efektif dan kolaboratif.

Palu, 14 September 2026 —Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) Universitas Muhammadiyah Palu menggelar Kajian Kepemimpinan Manajemen Organisasi pada Sabtu, 12 September 2026, di Palu. Kegiatan bertema “Aktualisasi Peran: Dari Struktur Menuju Strategi Pergerakan yang Nyata” ini diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman pengurus mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, pembagian peran, serta pentingnya jalur koordinasi dalam menjalankan organisasi secara efektif.

Kajian tersebut menghadirkan Moh Fikri A Kama sebagai pemateri dan Moh Tri Darmawan sebagai moderator. Melalui pemaparan materi dan ruang diskusi, para pengurus diajak memahami bahwa keberadaan struktur organisasi tidak hanya berfungsi sebagai pembagian jabatan, tetapi juga sebagai dasar dalam membangun koordinasi, komunikasi, dan pelaksanaan program kerja yang terarah.

Dalam pembahasan, ditekankan bahwa setiap posisi dalam organisasi memiliki fungsi dan tanggung jawab yang saling berkaitan. Oleh karena itu, jalur koordinasi diperlukan agar informasi dapat disampaikan secara jelas, keputusan dapat diteruskan kepada pihak yang tepat, serta setiap bidang mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan tujuan organisasi.

Ketua BEM FKM Universitas Muhammadiyah Palu, Reza Afandy Anang, berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memahami teori kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh pengurus untuk melakukan evaluasi terhadap diri dan perannya masing-masing dalam organisasi.

“Kajian hari ini diharapkan jangan hanya menjadi tempat kita mendengar teori tentang kepemimpinan. Jadikan ini sebagai ruang untuk bercermin. Karena pada akhirnya, evaluasi organisasi tidak selalu harus dimulai dari mengevaluasi orang lain. Kadang kita harus mulai dari mengevaluasi diri sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, moderator kajian, Moh Tri Darmawan, mengingatkan para pengurus agar tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan anggota lainnya. Menurutnya, jabatan dalam organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sikap terbuka, kemampuan mendengar, serta kesediaan menerima kritik dan menghargai pendapat.

“Jangan bersikap angkuh karena jabatan. Jabatan adalah amanah, bukan alasan untuk merasa lebih tinggi dari anggota lain. Setiap pengurus harus mau mendengarkan, menerima kritik, dan menghargai pendapat, karena organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh struktur, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu menggerakkan dan memberdayakan setiap anggotanya,” pesannya.

Melalui kajian ini, BEM FKM Universitas Muhammadiyah Palu berupaya membangun kesadaran bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan struktur, tetapi juga oleh kemampuan setiap pengurus untuk menjalankan perannya, membangun komunikasi, menjaga koordinasi, serta bergerak bersama menuju tujuan organisasi.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh pengurus BEM FKM dalam membangun pola kepemimpinan yang lebih bertanggung jawab, kolaboratif, dan strategis, sehingga setiap program kerja dapat dilaksanakan dengan koordinasi yang lebih terarah dan efektif.