Universitas Muhammadiyah Palu akan menjadi pusat pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026 dan Milad Muhammadiyah ke-114 pada 19–21 November 2026. Kegiatan ini diperkirakan dihadiri 5.000–10.000 peserta dan penggembira dari berbagai daerah, sementara Presiden Republik Indonesia direncanakan hadir dengan agenda yang masih dikoordinasikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Persiapan lokasi di Universitas Muhammadiyah Palu disebut telah mencapai sekitar 98 persen.
Palu, 20 September 2026 — Universitas Muhammadiyah Palu bersiap menjadi pusat pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026 dan Milad Muhammadiyah ke-114 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2026. Kegiatan nasional tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dan penggembira dari berbagai daerah di Indonesia. Presiden Republik Indonesia juga direncanakan hadir dalam agenda tersebut.
Rencana kehadiran Presiden menjadi salah satu perhatian dalam persiapan kegiatan. Berdasarkan keterangan panitia, agenda menghadirkan Presiden dikoordinasikan langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan masih menunggu kepastian jadwal resmi.
“Untuk kehadiran Bapak Presiden itu murni gaweannya Pimpinan Pusat. Nanti kita menunggu. Pimpinan Pusat yang menjadwalkan, mengagendakan untuk mendatangkan Bapak Presiden,” disampaikan dalam konferensi pers.
Selain Presiden, sejumlah menteri, wakil menteri, anggota DPR, tokoh Muhammadiyah, pejabat pemerintah, serta pelaku bisnis tingkat nasional juga diharapkan hadir. Kehadiran berbagai unsur tersebut diperkirakan semakin memperkuat posisi Tanwir sebagai salah satu agenda penting Muhammadiyah tahun 2026.
Kompleks Universitas Muhammadiyah Palu telah ditetapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114. Penetapan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengajuan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dukungan amal usaha Muhammadiyah, hingga proses survei dan kunjungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dari sisi kesiapan, panitia menyebut lokasi pelaksanaan telah mencapai sekitar 98 persen. Pembenahan masih dilakukan pada sejumlah fasilitas pendukung, termasuk arena utama, fasilitas sanitasi, kelistrikan, akses kendaraan, lokasi parkir, serta ruang bagi pelaku UMKM.
“Tempat ini saya memperkirakan sudah siap. Kira-kira sudah 98 persen siap ditempati, khususnya di kompleks Universitas Muhammadiyah Palu,” ujar Ketua Panitia Pelaksana yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Palu.
Panitia memperkirakan sekitar 5.000 hingga 10.000 orang akan datang ke Palu selama pelaksanaan Tanwir, baik sebagai peserta resmi maupun penggembira. Mereka diperkirakan berasal dari enam provinsi di Sulawesi serta sejumlah daerah lain, termasuk Kalimantan dan Jawa Timur.
Kehadiran ribuan orang tersebut diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi lokal. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan UMKM diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama pelaksanaan kegiatan.
Panitia juga telah berkoordinasi dengan sejumlah hotel di Kota Palu. Hotel berbintang dua, tiga, dan empat dinilai memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung tamu yang datang pada November mendatang. Kesiapan tersebut menjadi salah satu pertimbangan bahwa Kota Palu dinilai mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.
Pelaksanaan Tanwir juga akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi lokal Sulawesi Tengah. Panitia menyiapkan ruang khusus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk selama kegiatan berlangsung. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan membuka peluang lebih luas bagi promosi produk-produk lokal.
Kuliner khas Palu juga menjadi bagian yang akan diperkenalkan kepada para tamu. Kaledo dan bawang goreng disebut sebagai produk khas yang diharapkan dapat semakin dikenal peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Panitia menilai kedatangan ribuan orang berpotensi menciptakan perputaran ekonomi yang cukup besar di Kota Palu.
Kearifan lokal Sulawesi Tengah turut hadir dalam identitas Tanwir Muhammadiyah 2026 melalui penggunaan daun kelor sebagai inspirasi desain logo dan batik. Daun kelor dipilih karena dinilai sederhana, mudah tumbuh, dan memiliki banyak manfaat. Panitia juga merencanakan penanaman 114 pohon kelor sebagai bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah ke-114.
Secara substantif, Tanwir Muhammadiyah 2026 akan menjadi forum penting untuk membahas arah organisasi ke depan. Salah satu agenda strategisnya adalah penyusunan program Muhammadiyah untuk 25 tahun mendatang. Tanwir juga akan menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar berikutnya, termasuk pembahasan panitia pemilihan, tata tertib pemilihan, dan tata tertib Muktamar.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu diharapkan tidak hanya menjadi agenda strategis organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan potensi Sulawesi Tengah, serta memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Palu sebagai tuan rumah kegiatan nasional.








