Berita

Jejak Alumni FKM Unismuh Palu: Satria Bagas Febrianto, Dari Aktivis Kampus Menuju Penggerak Ketangguhan Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat

Jejak Alumni FKM Unismuh Palu: Satria Bagas Febrianto, Dari Aktivis Kampus Menuju Penggerak Ketangguhan Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat

Palu, 22 Oktober 2026 — Pengabdian seorang lulusan kesehatan masyarakat tidak selalu berlangsung di balik meja pelayanan kesehatan atau ruang administrasi pemerintahan. Ada yang memilih hadir langsung di tengah masyarakat, membangun ketangguhan menghadapi bencana, mendampingi pengembangan ekonomi warga, dan menggerakkan aksi kemanusiaan hingga ke berbagai wilayah Indonesia.

Perjalanan tersebut tercermin pada sosok Satria Bagas Febrianto, S.K.M., alumni FKM Unismuh Palu yang kiprahnya berkembang dari kepemimpinan organisasi mahasiswa menuju pemberdayaan masyarakat, pengurangan risiko bencana, dan pengelolaan program sosial kemasyarakatan.

Satria merupakan lulusan S1 Kesehatan Masyarakat FKM Unismuh Palu dengan konsentrasi Epidemiologi. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi dalam memahami persoalan kesehatan masyarakat, risiko lingkungan, kerentanan kelompok masyarakat, serta pentingnya pendekatan pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman.

Namun, perjalanan profesionalnya tidak terbatas pada bidang epidemiologi.

Satria mengembangkan kompetensi dan pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat, penanggulangan risiko bencana, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga pendampingan berbagai program sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Dari Kepemimpinan Mahasiswa Menuju Gerakan Kemanusiaan

Jejak kepemimpinan Satria telah terbentuk sejak masa perkuliahan. Ia pernah dipercaya sebagai Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi publik, manajemen organisasi, dan kerja sama lintas kelompok.

Keterlibatannya dalam organisasi kemudian berlanjut di luar lingkungan kampus. Satria pernah mengemban amanah sebagai Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) Palu, sebuah pengalaman organisasi yang memperluas ruang keterlibatannya dalam respons kesehatan dan kerja kemanusiaan.

Ia juga aktif dalam berbagai organisasi Muhammadiyah yang menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan dan pengabdiannya.

Membangun Desa Tangguh dan Memberdayakan Masyarakat

Salah satu bagian penting dalam perjalanan profesional Satria adalah pengalamannya sebagai Fasilitator Program Desa Tangguh Bencana.

Melalui peran tersebut, ia terlibat dalam pendekatan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Pengalaman ini mempertemukannya dengan kebutuhan untuk memahami kerentanan wilayah, membangun partisipasi warga, serta mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Kiprahnya kemudian berkembang dalam pendampingan program sosial dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Satria juga berpengalaman sebagai pendamping Program YBM PLN di berbagai wilayah Indonesia, yang memperluas ruang pengabdiannya dalam pendampingan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman lintas wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan kapasitasnya sebagai fasilitator. Setiap masyarakat memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan berbeda sehingga dibutuhkan kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta pendekatan pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi setempat.

Memadukan Epidemiologi, Kebencanaan, dan Pemberdayaan

Keunggulan perjalanan Satria terletak pada perpaduan antara latar belakang akademik kesehatan masyarakat, pengalaman organisasi, dan kompetensi teknis dalam pengelolaan program.

Ia memiliki kemampuan dalam penyusunan dokumen kajian risiko bencana, fasilitasi dan pelatihan, administrasi program, serta perencanaan berbasis Logical Framework Approach (LFA) dan MPP.

Kompetensi tersebut turut dilengkapi dengan kemampuan desain grafis, pengelolaan media sosial, dan komunikasi publik.

Perpaduan kemampuan teknis dan komunikasi menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program sosial yang membutuhkan koordinasi, penyampaian informasi, serta keterlibatan masyarakat.

Berbagai pelatihan kepemimpinan, kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat yang diikutinya juga memperkuat kapasitas profesional dalam menjalankan tugas secara kolaboratif dan adaptif.

Membawa Semangat FKM Unismuh Palu ke Berbagai Ruang Pengabdian

Perjalanan Satria Bagas Febrianto memperlihatkan bahwa lulusan kesehatan masyarakat memiliki peluang kontribusi yang jauh lebih luas daripada satu bidang pekerjaan.

Kompetensi epidemiologi dapat menjadi landasan untuk memahami risiko dan kerentanan masyarakat, sementara pengalaman organisasi dan pemberdayaan membuka ruang pengabdian pada bidang kebencanaan, penguatan kapasitas warga, serta pembangunan sosial.

Bagi FKM Unismuh Palu, sosok Satria menjadi salah satu gambaran alumni yang membawa pengalaman akademik dan kepemimpinan mahasiswa menuju aktivitas profesional dan kemanusiaan yang menjangkau berbagai daerah.

Dari memimpin organisasi mahasiswa, terlibat dalam gerakan kemanusiaan, hingga mendampingi masyarakat menghadapi risiko bencana dan tantangan ekonomi, perjalanannya menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari tingginya jabatan, tetapi juga dari luasnya ruang kontribusi dan komitmen untuk terus hadir bersama masyarakat.

Dari ruang kuliah menuju ruang pengabdian. Dari kepemimpinan mahasiswa menuju gerakan pemberdayaan masyarakat.

Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, FKM Unismuh Palu terus menghadirkan perjalanan alumni yang membuktikan bahwa ilmu kesehatan masyarakat dapat berkembang menjadi kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kontribusi bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Instagram Hubungi Kami ↑