Jejak Alumni FKM: Darlin, Dari Alumni Kesmas Unismuh Palu Menuju Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong
Palu — Perjalanan menuju pucuk kepemimpinan kesehatan daerah tidak dibangun dalam satu tahap. Ia ditempa melalui pengalaman pelayanan, manajemen rumah sakit, penguatan pelayanan primer, inovasi, hingga kemampuan menerjemahkan persoalan kesehatan menjadi kebijakan.
Jejak tersebut terlihat pada Darlin, S.K.M., M.A.P., alumni Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong.
Darlin lahir di Paranggi pada 22 Mei 1978. Pendidikan kesehatannya dimulai dari SPK Depkes Palu Kelas Jauh Tolitoli yang diselesaikan pada 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Palu dan lulus pada 2006. Kapasitas akademiknya selanjutnya diperkuat melalui pendidikan Magister Ilmu Administrasi Publik di Universitas Tadulako, yang diselesaikan pada 2017.
Perjalanan profesionalnya bahkan telah dimulai sejak 1997. Ia meniti karier dari jenjang pelayanan keperawatan, mulai sebagai Perawat Pratama hingga Perawat Pelaksana Lanjutan. Pengalaman panjang pada pelayanan langsung tersebut menjadi fondasi penting untuk memahami kebutuhan pasien dan dinamika fasilitas kesehatan dari tingkat operasional.
Pada 2012, Darlin mulai memasuki jenjang kepemimpinan struktural ketika dipercaya sebagai Penjabat Kepala Seksi Klinik Keperawatan. Kariernya kemudian berkembang menjadi Kepala Bidang Keperawatan pada 2014, Penjabat Kepala Bidang Penunjang Medik pada 2015, serta Kepala Bidang Penunjang Medik pada 2016 hingga 2019.
Perjalanan tersebut terus berlanjut. Pada 2019 hingga 2021, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik, kemudian dipercaya sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada 2021 hingga 2022. Sejak Juli 2022 sampai Januari 2026, Darlin mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan.
Fase ini menjadi salah satu periode penting dalam kiprahnya. Di bawah tanggung jawab tersebut, sejumlah program dan capaian kesehatan tercatat dalam rekam jejaknya.
Pada 2023, ia meluncurkan inovasi donor darah “Dariku Untukmu”, mendukung penyediaan Rumah Tunggu Rujukan di Makassar, mendampingi akreditasi Puskesmas se Kabupaten Parigi Moutong hingga menghasilkan sepuluh Puskesmas berstatus paripurna, serta berkontribusi pada capaian pelaporan Insiden Keselamatan Pasien melalui Puskesmas Sienjo.
Inovasi “Dariku Untukmu” merupakan singkatan dari “Darah Ini Kupersembahkan untuk Menolong Ibu (Melahirkan)”. Inovasi ini berfokus pada upaya penyediaan darah untuk membantu ibu yang membutuhkan transfusi, khususnya dalam situasi persalinan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan mendukung keselamatan ibu melahirkan.
Pada 2024, Darlin berperan sebagai Fasilitator Integrasi Layanan Primer tingkat Kabupaten Parigi Moutong, memperkuat transformasi pelayanan kesehatan primer yang semakin terintegrasi.
Tahun 2025 kembali menghadirkan capaian penting. Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong memperoleh penghargaan Gubernur Sulawesi Tengah pada tiga kategori, termasuk layanan terbanyak Program Cek Kesehatan Gratis tingkat kabupaten dan kota, layanan CKG tingkat Puskesmas, serta pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan tradisional. Darlin juga terlibat dalam pendampingan Puskesmas menuju Badan Layanan Umum Daerah hingga 22 Puskesmas ditetapkan sebagai BLUD.
Pada tahun yang sama, Darlin turut berperan sebagai penyusun Program Sehat BERSAMA (Bareng Erwin SAhid dan MAsyarakat), sebuah program pelayanan kesehatan daerah yang memuat nama Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Parigi Moutong. Program ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, khususnya melalui layanan yang berada di luar skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Program Sehat BERSAMA mencakup layanan pengantaran jenazah gratis atau Oto Mayat Gratis (OTOMATIS)dari rumah sakit atau Puskesmas menuju rumah duka, layanan rujukan kesehatan gratis, serta layanan kesehatan gratis secara mobile atau kunjungan rumah bagi masyarakat yang mengalami kondisi kegawatdaruratan (emergency).
Melalui program tersebut, pelayanan kesehatan diupayakan semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus memberikan kemudahan akses terhadap layanan yang dibutuhkan dalam kondisi tertentu. Keterlibatan Darlin dalam penyusunannya menjadi bagian dari kontribusinya dalam pengembangan kebijakan dan inovasi pelayanan kesehatan daerah.
Pada 2026, Kabupaten Parigi Moutong memperoleh Universal Health Coverage Awards 2026 kategori Madya dari BPJS Kesehatan Pusat.
Pada tahun yang sama, Darlin juga tercatat berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis akibat percobaan bunuh diri. Inovasi pelayanan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pertolongan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi kondisi krisis dan membutuhkan penanganan medis.
Selain itu, Darlin berperan sebagai penyusun inovasi Gerakan Aksi Serentak (GAS) Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang diarahkan untuk meningkatkan jangkauan pemeriksaan kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan secara serentak dan terkoordinasi.
Melalui pelaksanaan inovasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong dilaporkan berhasil menempati peringkat pertama capaian Cek Kesehatan Gratis di tingkat Dinas Kesehatan kabupaten se Sulawesi Tengah. Capaian ini memperlihatkan pentingnya penguatan pelayanan promotif dan preventif dalam mendorong deteksi dini masalah kesehatan masyarakat.
Perjalanan karier Darlin kemudian memasuki fase kepemimpinan yang lebih tinggi. Pada 30 Januari 2026, ia dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong. Pada periode ini, ia meluncurkan inovasi SIMPATIK, Siap Melayani Sepenuh Hati Bidang Kesehatan, yang diterapkan di seluruh Puskesmas.
Puncaknya, pada 15 Oktober 2026, Darlin resmi dipercaya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Darlin dibangun dari bawah. Ia pernah berada di ruang pelayanan, mengelola keperawatan, memahami penunjang medik, memimpin pelayanan medik, mengelola tata usaha, membina pelayanan kesehatan, hingga akhirnya berada pada posisi pengambil keputusan tertinggi di Dinas Kesehatan.
Pengembangan kapasitas profesionalnya juga berlangsung secara konsisten. Darlin pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III, pelatihan pengadaan barang dan jasa, manajemen remunerasi rumah sakit, administrator kesehatan, keselamatan pasien, hingga orientasi Integrasi Layanan Primer.
Prestasi individualnya turut memperkuat rekam jejak tersebut. Ia pernah memperoleh Peringkat 1 Lomba Karya Ilmiah tingkat KORPRI Kabupaten Parigi Moutong pada 2011, Peringkat 2 Seleksi Pegawai Teladan pada tahun yang sama, serta Peringkat 3 Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III pada 2016.
Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, perjalanan Darlin memiliki arti penting. Ia menjadi salah satu contoh bagaimana alumni kesehatan masyarakat dapat berkembang dari tenaga pelayanan menjadi manajer, inovator, hingga pemimpin kebijakan kesehatan daerah.
Dari bangku kuliah FKM Unismuh Palu menuju pucuk kepemimpinan Dinas Kesehatan, perjalanan Darlin menunjukkan bahwa kompetensi kesehatan masyarakat memiliki ruang yang luas dalam membangun sistem kesehatan.
Dari pelayanan menuju kebijakan. Dari pengalaman menuju kepemimpinan.
Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan perjalanan alumninya yang membawa ilmu, pengalaman, dan nilai pengabdian menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.