Jejak Alumni FKM: Indra Jaya, Dari Epidemiologi Menuju Pengendalian Penyakit Kusta Tingkat Nasional
Palu — Pengendalian penyakit menular membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan ketelitian epidemiologis, pengalaman lapangan, kemampuan membaca data, membangun koordinasi lintas wilayah, serta konsistensi dalam menjaga keberlanjutan program.
Jejak tersebut terlihat pada sosok Indra Jaya, alumni Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang saat ini bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada bidang Pengendalian Penyakit Menular.
Latar belakang akademiknya dibangun melalui pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu dengan peminatan Epidemiologi. Pilihan bidang tersebut kemudian menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya, terutama dalam pengendalian penyakit menular berbasis surveilans, pencatatan, pelaporan, dan analisis epidemiologi.
Dalam perjalanan kariernya, Indra Jaya dipercaya mengambil peran yang semakin luas dalam Program Pengendalian Penyakit Kusta.
Ia mendapat kepercayaan sebagai Fasilitator Nasional Pengendalian Penyakit Kusta, sebuah tanggung jawab yang menempatkannya tidak hanya sebagai pelaksana program di tingkat daerah, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan kapasitas program pada lingkup yang lebih luas.
Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman yang dibangun dari tingkat daerah dapat berkembang menjadi kontribusi pada tingkat nasional.
Selain menjadi fasilitator nasional, Indra Jaya juga dipercaya sebagai Ketua PERWASI, Perwakilan Wakil Supervisor Seluruh Indonesia, pada Program Penyakit Kusta.
Peran ini menempatkannya dalam jejaring profesional yang berkaitan langsung dengan koordinasi, supervisi, penguatan implementasi program, serta pertukaran pengalaman antarwilayah dalam upaya pengendalian penyakit kusta di Indonesia.
Kiprahnya semakin kuat dengan keterlibatan sebagai Tim RR Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dalam konteks program kesehatan masyarakat, aspek recording and reporting merupakan elemen penting dalam memastikan bahwa data program tersedia secara akurat, konsisten, dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi serta pengambilan keputusan.
Bagi seorang tenaga epidemiologi, kemampuan mengelola pencatatan dan pelaporan bukan sekadar pekerjaan administratif. Data merupakan dasar untuk mengetahui pola penyakit, menemukan kesenjangan pelayanan, menilai keberhasilan intervensi, dan menentukan langkah program berikutnya.
Perjalanan Indra Jaya menunjukkan bagaimana kompetensi epidemiologi dapat diterjemahkan secara nyata ke dalam pengendalian penyakit menular.
Dari pengelolaan program di tingkat provinsi, fasilitasi nasional, supervisi program kusta, hingga keterlibatan bersama Kementerian Kesehatan, kiprahnya memperlihatkan konsistensi pada satu garis pengabdian: menguatkan sistem pengendalian penyakit agar semakin berbasis data dan semakin efektif menjangkau masyarakat.
Komitmen terhadap pengembangan kapasitas juga terus berlanjut.
Saat ini, Indra Jaya sedang menempuh Program Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Palu. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman lapangan yang telah dibangun terus diperkuat melalui pendidikan akademik yang lebih tinggi.
Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, perjalanan Indra Jaya memiliki makna tersendiri.
Ia merupakan salah satu gambaran alumni yang membawa kompetensi epidemiologi dari ruang kuliah menuju arena pengendalian penyakit menular, kemudian berkembang hingga memperoleh kepercayaan pada tingkat nasional.
Perjalanannya juga menunjukkan bahwa alumni kesehatan masyarakat tidak hanya bekerja di balik data. Mereka dapat berada di garis strategis dalam surveilans, supervisi, penguatan program, pembinaan tenaga kesehatan, hingga penyusunan sistem pencatatan dan pelaporan yang menjadi fondasi kebijakan kesehatan.
Dari epidemiologi menuju pengendalian penyakit. Dari daerah menuju kontribusi nasional.
Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan perjalanan alumni yang membawa ilmu dari kampus menjadi kompetensi, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.