Ratusan Mahasiswa Baru Mulai Perjalanan di FKM Unismuh Palu, Dekan: Kalian Tidak Salah Memilih Tempat

News,PMB
50 dibaca
Ringkasan Singkat:

ORMIK FKM Unismuh Palu 2026 digelar pada 27–29 Agustus 2026 sebagai langkah awal membentuk karakter, integritas, dan identitas mahasiswa baru. FKM Unismuh Palu menekankan pengembangan intelektual dan spiritual, etika komunikasi, serta lingkungan kampus yang ramah dan setara.

FKM UNISMUH PALU — Suasana Aula Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu tampak berbeda pada 27 sampai 29 Agustus 2026. Ratusan mahasiswa baru reguler dan nonreguler memulai langkah pertama mereka sebagai bagian dari keluarga besar FKM Unismuh Palu melalui kegiatan Orientasi Akademik atau ORMIK FKM 2026.

Bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru, ORMIK tahun ini membawa pesan yang lebih kuat tentang bagaimana mahasiswa mulai membentuk identitas, karakter, cara berpikir, dan arah masa depannya sejak hari pertama berada di kampus.

Mengusung tema “Menumbuhkan Integritas, Mewujudkan Mahasiswa yang Berkualitas”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang awal bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kuliah bukan hanya tentang mengejar nilai, menyelesaikan tugas, dan memperoleh gelar.

Ada proses yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana seseorang bertumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, mampu berkomunikasi dengan baik, memiliki kepedulian sosial, dan siap memberi dampak bagi masyarakat.

Ketua BEM: Menjadi Mahasiswa Bukan Sekadar Berganti Status

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat menegaskan bahwa ORMIK FKM 2026 tidak boleh dipandang sebatas kegiatan pengenalan kampus.

Menurutnya, ORMIK adalah momentum ketika mahasiswa baru mulai memahami identitas mereka sebagai insan akademik.

Tema yang diangkat tahun ini menjadi pengingat bahwa kualitas mahasiswa tidak hanya diukur melalui capaian akademik. Integritas, tanggung jawab, keberanian berpikir, etika, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang mahasiswa.

Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya hadir di ruang kuliah, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang peka terhadap persoalan di sekitarnya dan siap mengambil peran ketika berada di tengah masyarakat.

Dekan FKM: “Kalian Tidak Salah Memilih Tempat”

Pesan kuat juga disampaikan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, Dr. Ahmad Yani, S.K.M., M.Kes., M.I.Kom.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Palu.

“Selamat datang di Kampus Biru Unismuh Palu. Di sinilah adik-adik akan ditempa untuk menjadi tenaga kesehatan yang nantinya memberi dampak kepada masyarakat. Ini adalah proses awal untuk tumbuh menjadi apa yang kita inginkan dan menuju profesi kesehatan yang kita cita-citakan.”

Menurutnya, keputusan memasuki perguruan tinggi bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Justru dari sinilah proses yang sesungguhnya dimulai.

Mahasiswa akan bertemu dengan banyak pengalaman baru, tantangan akademik, lingkungan sosial yang berbeda, dan tuntutan untuk semakin mandiri.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa baru untuk melihat masa kuliah sebagai proses memantaskan diri agar memiliki kapasitas yang semakin baik dari waktu ke waktu.

“Kalian tidak salah memilih tempat. Tidak salah hadir dan memilih Universitas Muhammadiyah Palu. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana kalian memantaskan diri untuk berkembang secara intelektual dan spiritual.”

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam ORMIK. Mahasiswa diingatkan bahwa kampus menyediakan ruang, kesempatan, dosen, lingkungan belajar, dan berbagai pengalaman. Hasil akhirnya sangat ditentukan oleh bagaimana setiap mahasiswa memanfaatkan seluruh kesempatan tersebut.

Pintar Saja Tidak Cukup

Dalam sambutannya, Dekan juga menyoroti satu hal yang sering dianggap sederhana, tetapi sangat menentukan perjalanan mahasiswa, yaitu etika.

Bagaimana mahasiswa berbicara, mengirim pesan, menyampaikan pendapat, berkomunikasi dengan dosen, bertemu pimpinan, maupun berinteraksi dengan sesama mahasiswa merupakan bagian dari pembentukan karakter selama kuliah.

Menurutnya, kemampuan akademik tidak akan berdiri sendiri tanpa dibarengi sikap yang baik.

Mahasiswa kesehatan nantinya akan bekerja dengan manusia, berada di tengah masyarakat, berhadapan dengan beragam karakter, dan memikul tanggung jawab yang tidak ringan.

Karena itu, kecerdasan harus berjalan bersama integritas, komunikasi, empati, dan kedewasaan dalam bersikap.

FKM Ingin Menjadi Rumah yang Ramah bagi Semua

Hal lain yang ditekankan dalam ORMIK adalah karakter lingkungan belajar di FKM Unismuh Palu.

Dekan menegaskan bahwa fakultas ingin membangun suasana kampus yang friendly, terbuka, ramah, dan setara bagi seluruh mahasiswa.

“Di fakultas ini semua punya ruang yang sama. Kita ingin FKM menjadi tempat yang ramah bagi siapa pun. Mahasiswa tidak perlu merasa jauh dari dosen maupun pimpinan. Kita sama-sama berada di sini untuk belajar dan bertumbuh.”

Budaya tersebut diharapkan membuat mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan gagasan, maupun meminta arahan ketika menghadapi persoalan akademik.

FKM tidak hanya ingin menjadi tempat mahasiswa datang, mengikuti kuliah, lalu pulang. Fakultas ingin menjadi ruang tumbuh yang membangun rasa memiliki dan kedekatan antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan.

Bukan Hanya Intelektual, tetapi Juga Spiritual

Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, perjalanan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palu memiliki kekhasan tersendiri.

Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk berkembang dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mendapatkan penguatan nilai melalui pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Selain pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, terdapat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi karakter penting pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Nilai tersebut menjadi pembeda yang diharapkan mampu membentuk mahasiswa bukan hanya sebagai lulusan yang kompeten, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki pegangan moral, kepekaan sosial, dan kesadaran untuk memberi manfaat kepada orang lain.

Di sinilah mahasiswa diajak memahami bahwa kuliah bukan sekadar proses meningkatkan kapasitas intelektual.

Ada proses yang lebih dalam, yaitu membangun cara berpikir, cara bersikap, nilai kehidupan, dan tanggung jawab sebagai manusia terdidik.

Tiga Hari yang Menjadi Awal Perjalanan Panjang

ORMIK FKM 2026 memang hanya berlangsung selama tiga hari. Namun, pesan yang dibawa melalui kegiatan ini diharapkan menjadi bekal untuk perjalanan akademik yang jauh lebih panjang.

Mahasiswa baru mulai diperkenalkan dengan budaya fakultas, kehidupan akademik, organisasi kemahasiswaan, etika komunikasi, nilai kelembagaan, serta berbagai tanggung jawab yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan.

Bagi FKM Unismuh Palu, mahasiswa baru bukan sekadar tambahan jumlah mahasiswa setiap tahun.

Mereka adalah calon tenaga kesehatan, calon pemimpin, calon penggerak masyarakat, dan generasi yang suatu hari akan ikut menentukan kualitas pelayanan serta pembangunan kesehatan.

Karena itu, proses pembentukan mahasiswa harus dimulai sejak langkah pertama mereka memasuki kampus.

ORMIK menjadi titik awalnya.

Dari Aula FKM Unismuh Palu, ratusan mahasiswa baru memulai perjalanan baru mereka. Bukan hanya untuk menjadi sarjana atau magister, tetapi untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang berilmu, berintegritas, berkarakter, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.