Berita

Dosen FKM Unismuh Palu Ingatkan Bahaya ISPA akibat Asap Karhutla

Dosen FKM Unismuh Palu Ingatkan Bahaya ISPA akibat Asap Karhutla
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Foto: BNPB/Danung Arifin.
Palu, 2 November 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah, menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap karhutla.

Dosen Bidang Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr. Nur Afni, SKM., M.Kes., mengatakan karhutla membawa berbagai dampak negatif bagi masyarakat, terutama terhadap kesehatan.

Menurutnya, asap dan debu yang mencemari udara dapat memicu gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.

β€œKarhutla yang terjadi sekarang banyak membawa dampak negatif di kalangan masyarakat, khususnya dampak terhadap kesehatan masyarakat. Asap atau debu sering kali mengakibatkan gangguan kesehatan, terutama saluran pernapasan,” kata Nur Afni, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami masyarakat. Bahkan, ISPA termasuk dalam 10 penyakit terbesar di sejumlah puskesmas di Kota Palu.

Kondisi tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian lebih, terlebih dengan situasi saat ini yang turut diwarnai paparan asap akibat karhutla.

Nur Afni yang juga menjabat Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Kesehatan Masyarakat Unismuh Palu menjelaskan, gangguan saluran pernapasan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel kecil di udara maupun gas berbahaya.

Paparan tersebut dapat memicu sejumlah gejala, seperti batuk, sesak napas hingga rasa gatal pada tenggorokan.

Untuk mengantisipasi dampak buruk asap karhutla terhadap kesehatan, ia mengimbau masyarakat agar melakukan langkah pencegahan, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas.

β€œUntuk menghadapi situasi seperti ini, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker sebagai upaya preventif terhadap penyakit ISPA,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang berpotensi memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan.
Instagram Hubungi Kami ↑