Berita

Jejak Alumni FKM: Sukri, Mengabdi di Dinkes dan Memimpin PMI Sulawesi Tengah

Jejak Alumni FKM: Sukri, Mengabdi di Dinkes dan Memimpin PMI Sulawesi Tengah
Sukri, S.KM

Palu — Pengabdian di bidang kesehatan masyarakat tidak hanya berlangsung di ruang pelayanan kesehatan. Ia juga hadir dalam kerja kemanusiaan, kebencanaan, organisasi, hingga perumusan kebijakan kesehatan.

Perjalanan tersebut tergambar pada Sukri, S.KM., alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang telah meniti pengalaman panjang di sektor pelayanan kesehatan dan kemanusiaan di Sulawesi Tengah.

Sebelum menyelesaikan pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Palu pada 2015, Sukri menempuh pendidikan di Politeknik Kesehatan Palu, Jurusan Kesehatan Lingkungan, yang diselesaikannya pada 2008. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi perjalanan pengabdiannya di bidang kesehatan masyarakat.

Kariernya dimulai dari pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas. Pada 2008, ia tercatat sebagai staf Puskesmas Mabelopura, Kota Palu, kemudian bertugas di Puskesmas Lindu, Kabupaten Sigi pada 2009 dan Puskesmas Marawola, Kabupaten Sigi pada 2010.

Di luar pelayanan kesehatan, Sukri juga memiliki perjalanan panjang dalam bidang kemanusiaan bersama Palang Merah Indonesia. Ia pernah menjadi staf penanggulangan bencana Markas PMI Provinsi Sulawesi Tengah pada 2008. Pengabdiannya kemudian berkembang hingga dipercaya sebagai Kepala Markas PMI Provinsi Sulawesi Tengah periode 2015 sampai 2018, kembali mengemban posisi Kepala Markas pada 2020 sampai 2022, dan saat ini dipercaya sebagai Sekretaris PMI Provinsi Sulawesi Tengah periode 2022 sampai 2027.

Kiprahnya di sektor pemerintahan juga terus berkembang. Sejak 2018, Sukri tercatat mengemban tugas sebagai Penelaah Teknis Kebijakan pada Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja dan Olahraga, Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Perjalanan tersebut menunjukkan keterhubungan antara kompetensi kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan, kebencanaan, organisasi kemanusiaan, dan kebijakan publik. Pengalaman di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas profesional dan kepemimpinan yang terus berkembang.

Menariknya, perjalanan Sukri bersama FKM Universitas Muhammadiyah Palu tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Saat ini ia kembali ke almamater dan sedang menempuh pendidikan pada Program Magister Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Muhammadiyah Palu.

Keputusan untuk melanjutkan pendidikan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi merupakan proses yang terus berlangsung. Pengalaman profesional yang telah panjang kini diperkaya melalui pendidikan lanjutan untuk memperkuat kapasitas akademik, analisis kebijakan, serta kepemimpinan dalam kesehatan masyarakat.

Kisah Sukri menjadi salah satu gambaran bagaimana alumni FKM Universitas Muhammadiyah Palu hadir di berbagai ruang pengabdian, mulai dari Puskesmas, pelayanan pemerintahan, organisasi kemanusiaan, hingga kepemimpinan PMI.

Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, FKM Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan perjalanan alumni yang mengembangkan ilmu menjadi kerja nyata dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Instagram Hubungi Kami ↑