Jejak Alumni FKM: Suardi, Dari Perawat Puskesmas Menuju Kepemimpinan Pelayanan Kesehatan
Palu — Pengalaman panjang dalam pelayanan kesehatan primer menjadi salah satu fondasi penting bagi lahirnya kepemimpinan di tingkat Puskesmas. Proses tersebut tidak terjadi secara instan, tetapi tumbuh melalui pengalaman lapangan, pendidikan, dan tanggung jawab yang dijalankan secara bertahap.
Perjalanan tersebut tercermin pada Suardi, S.Kep., Ns., M.K.M., alumni Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang memiliki pengalaman panjang sebagai tenaga keperawatan sekaligus pemimpin Puskesmas.
Lahir di Tolitoli pada 7 Januari 1980, Suardi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Tolitoli. Pendidikan profesionalnya dimulai dari D3 Keperawatan di Akademi Keperawatan Departemen Kesehatan Palu, kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan di Universitas Hasanuddin.
Keinginannya untuk memperluas kapasitas profesional kemudian membawanya melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu.
Perjalanan karier Suardi dimulai sebagai tenaga perawat di Puskesmas Kabupaten Tolitoli pada 2007 hingga 2017. Pengalaman selama satu dekade tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahamannya mengenai pelayanan kesehatan primer dan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
Pada 2018, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai tenaga perawat di Puskesmas Bulili, Kota Palu. Setahun kemudian, perjalanan profesionalnya memasuki jenjang kepemimpinan ketika dipercaya sebagai Kepala Puskesmas Pantoloan pada 2019 hingga 2022.
Sejak 2023 hingga saat ini, Suardi kembali mendapat amanah untuk memimpin sebagai Kepala Puskesmas Sangurara Duyu.
Perjalanan dari tenaga perawat hingga memimpin Puskesmas menunjukkan proses pengembangan kapasitas yang dibangun melalui pengalaman langsung dalam pelayanan kesehatan. Pengalaman klinis memberikan pemahaman terhadap kebutuhan pasien dan masyarakat, sementara tanggung jawab sebagai kepala Puskesmas menuntut kemampuan manajerial, koordinasi program, kepemimpinan tim, dan pengelolaan pelayanan kesehatan secara lebih luas.
Pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat perspektif Suardi terhadap sistem kesehatan. Kompetensi klinis keperawatan yang telah dimiliki kemudian diperkaya dengan pendekatan kesehatan masyarakat, manajemen pelayanan, serta pemahaman terhadap persoalan kesehatan pada tingkat populasi.
Kisah Suardi memperlihatkan bahwa pengembangan karier di sektor kesehatan tidak hanya ditentukan oleh lamanya pengalaman, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, memperluas kompetensi, dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, perjalanan alumni seperti Suardi menjadi salah satu gambaran bagaimana pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat dapat berkontribusi dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan yang kemudian mengambil peran strategis dalam pelayanan kesehatan primer.
Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, FKM Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan perjalanan alumni yang membawa ilmu dan pengalaman akademiknya ke dalam pelayanan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.