Jejak Alumni FKM: Mohamad Andri, Dari Aktivis Mahasiswa Menuju Kepemimpinan Akademik dan Alumni
Palu — Kepemimpinan sering kali tumbuh jauh sebelum seseorang menduduki jabatan formal. Ia dibentuk melalui pengalaman organisasi, kemampuan membangun jejaring, keberanian mengambil tanggung jawab, dan konsistensi untuk terus berkembang.
Perjalanan tersebut tercermin pada Mohamad Andri, S.K.M., M.Kes., alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang kiprahnya berkembang dari aktivisme mahasiswa menuju kepemimpinan akademik, organisasi profesi, dan alumni.
Jejak kepemimpinannya mulai terlihat sejak masa mahasiswa. Pada 2009 hingga 2011, Mohamad Andri dipercaya sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FKM Universitas Muhammadiyah Palu. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk kapasitas organisasi dan kepemimpinannya.
Pada 2011, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di FKM Universitas Muhammadiyah Palu. Tidak berhenti di jenjang sarjana, ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan menyelesaikannya pada 2013.
Perjalanan profesionalnya kemudian berkembang dalam lingkungan perguruan tinggi. Pada 2017 hingga 2025, Mohamad Andri dipercaya sebagai Wakil Dekan III FKM Universitas Muhammadiyah Palu. Selama periode tersebut, tanggung jawab kepemimpinannya berkaitan erat dengan pengembangan kemahasiswaan, organisasi, dan dinamika kehidupan akademik di lingkungan fakultas.
Pada 2025, amanah kepemimpinannya berlanjut ketika ia dipercaya sebagai Wakil Dekan II FKM Universitas Muhammadiyah Palu periode 2025 hingga 2027. Perubahan peran tersebut menunjukkan perluasan tanggung jawab dari bidang kemahasiswaan menuju pengelolaan aspek manajerial fakultas.
Kiprahnya tidak hanya berkembang di internal kampus. Mohamad Andri juga aktif dalam organisasi profesi kesehatan masyarakat sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah IAKMI Sulawesi Tengah.
Pada 2026, ia kembali mendapat kepercayaan dalam organisasi alumni dengan terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Palu periode 2026 hingga 2030. Posisi ini menempatkannya pada peran strategis dalam membangun jejaring alumni, memperkuat hubungan antara alumni dan almamater, serta mendorong kontribusi lulusan bagi pengembangan universitas dan masyarakat.
Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, komitmennya terhadap pengembangan akademik terus berlanjut. Sejak 2024, Mohamad Andri sedang menempuh Program Doktor di Universitas Tadulako.
Perjalanan dari Ketua BEM hingga menjadi pimpinan fakultas dan Ketua IKA menunjukkan kesinambungan yang kuat antara pengalaman mahasiswa, pendidikan, kepemimpinan institusi, dan pengabdian organisasi.
Kisah Mohamad Andri juga memperlihatkan bahwa kepemimpinan kampus tidak muncul secara tiba tiba. Ia merupakan hasil dari proses panjang dalam belajar mengelola organisasi, membangun komunikasi, mengambil keputusan, dan menjaga kepercayaan.
Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, perjalanan alumni seperti Mohamad Andri menjadi salah satu gambaran bahwa pengalaman selama menjadi mahasiswa dapat berkembang menjadi kapasitas kepemimpinan yang lebih luas di tingkat fakultas, profesi, dan universitas.
Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, FKM Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan perjalanan alumni yang tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga mengambil peran dalam memimpin, membangun jejaring, dan memperkuat institusi.