Jejak Alumni FKM: Hasni Dg. Manaba, Dari Bidan Desa Menuju Pengabdian di Dinas Kesehatan Poso
Palu — Pengabdian di bidang kesehatan masyarakat sering kali dimulai dari tempat yang paling dekat dengan masyarakat. Dari desa, dari pelayanan dasar, dari pendampingan ibu dan anak, lalu berkembang menjadi tanggung jawab yang lebih luas dalam sistem pelayanan kesehatan.
Perjalanan tersebut tergambar pada sosok Hasni Dg. Manaba, S.K.M., M.K.M., alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang telah menempuh perjalanan panjang dalam pelayanan kesehatan sejak awal kariernya sebagai bidan di wilayah Kabupaten Poso.
Hasni lahir di Ujung Pandang pada 14 Agustus 1974. Pendidikan kesehatannya dimulai dari SPK Depkes Poso yang diselesaikannya pada 1993, kemudian melanjutkan pendidikan kebidanan di PPB A Pelamonia Ujung Pandang pada 1994. Pengembangan akademiknya berlanjut dengan menempuh pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Palu dan lulus pada 2006, kemudian kembali melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di institusi yang sama hingga lulus pada 2024.
Perjalanan profesional Hasni dimulai pada 1994 ketika bertugas sebagai Bidan PTT di Desa Balanggala, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Poso. Ia menjalankan pengabdian tersebut hingga 1998.
Selanjutnya, pada 1998 hingga 2009, ia melanjutkan tugas sebagai Bidan PNS di Desa Toliba, Kecamatan Tojo Barat, Kabupaten Tojo Una Una. Fase ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya karena menempatkannya langsung di tengah masyarakat, terutama dalam pelayanan kesehatan ibu, anak, keluarga, serta berbagai kebutuhan kesehatan dasar di tingkat desa.
Pengalaman panjang sebagai bidan kemudian membawanya pada peran yang lebih luas dalam administrasi kesehatan. Pada 2009 hingga 2018, Hasni bertugas sebagai PNS Administrasi Kesehatan di Puskesmas Kayamanya, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso.
Sejak 2018 hingga saat ini, ia melanjutkan pengabdiannya di Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, Bidang Pelayanan Kesehatan, Seksi Rujukan.
Perjalanan dari bidan desa menuju pelayanan kesehatan pada tingkat kabupaten menunjukkan proses pengembangan kompetensi yang dibangun secara bertahap. Pengalaman langsung di lapangan memberikan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan masyarakat, sedangkan peran di Puskesmas dan Dinas Kesehatan memperluas perspektif terhadap sistem pelayanan, administrasi kesehatan, serta tata kelola rujukan.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan profesionalnya adalah ketika Hasni meraih penghargaan sebagai Bidan Teladan pada 2005. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak pengabdiannya dalam pelayanan kesehatan yang konsisten.
Selain menjalankan tugas profesional, Hasni juga aktif dalam organisasi. Saat ini ia dipercaya sebagai Sekretaris Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Indonesia Cabang Poso.
Pilihan Hasni untuk kembali melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Palu menunjukkan bahwa proses pengembangan diri tidak berhenti setelah bertahun tahun bekerja. Pengalaman lapangan kemudian diperkaya dengan penguatan akademik untuk memperluas kapasitas dalam pelayanan, manajemen, dan kebijakan kesehatan.
Kisah Hasni memperlihatkan bahwa pengabdian kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari jabatan besar. Ia dapat tumbuh dari pelayanan yang konsisten, kedekatan dengan masyarakat, dan kemauan untuk terus belajar.
Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, perjalanan alumni seperti Hasni menjadi gambaran bahwa pendidikan kesehatan masyarakat dapat memperkuat tenaga kesehatan untuk terus berkembang dari pelayanan langsung hingga peran yang lebih strategis dalam sistem kesehatan daerah.
Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, FKM Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan kisah alumni yang membawa ilmu, pengalaman, dan nilai pengabdian ke tengah masyarakat.