Jejak Alumni FKM: drg. Akmal Eddy Madda, Dari Pelayanan Primer Menuju Kepemimpinan dan Inovasi Kesehatan Kota Palu
Palu — Jejak pengabdian di bidang kesehatan tidak selalu ditandai oleh jabatan yang tinggi. Sering kali, dampak terbesar justru lahir dari kemampuan membaca masalah di lapangan, mencari solusi, lalu mengubah pelayanan menjadi lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Perjalanan tersebut terlihat kuat pada drg. Akmal Eddy Madda, M.K.M., alumni Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palu.
drg. Akmal menyelesaikan pendidikan Kedokteran Gigi di Universitas Hasanuddin Makassar pada 2003 dan pendidikan profesi Dokter Gigi pada 2007. Pengembangan kapasitas akademiknya kemudian berlanjut melalui Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu dengan konsentrasi Administrasi Kebijakan Kesehatan, yang diselesaikannya pada 2025.
Karier profesionalnya dimulai dari pelayanan langsung di tingkat Puskesmas. Ia pernah bertugas di Puskesmas Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Utara, Puskesmas Subaim, Kabupaten Halmahera Timur, Puskesmas Talise Kota Palu, hingga Puskesmas Kamonji.
Pada 2012, ia mulai dipercaya memegang tanggung jawab kepemimpinan sebagai Kepala UPTD Puskesmas Kawatuna. Setahun kemudian, drg. Akmal mendapat amanah sebagai Kepala UPTD Puskesmas Sangurara Kota Palu, jabatan yang dijalaninya hingga 2022.
Fase kepemimpinan di Puskesmas Sangurara menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan kariernya. Di tempat inilah ia tidak hanya memimpin pelayanan, tetapi juga mengembangkan pendekatan berbasis teknologi untuk menjawab persoalan administrasi, pemantauan program, dan transparansi pelayanan.
Salah satu inovasi yang dikembangkannya adalah SIDARA, Sistem Informasi Data Sangurara, sebuah aplikasi berbasis Android dan iOS yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas pelayanan di Puskesmas Sangurara. Berdasarkan bahan tambahan yang disampaikan, aplikasi tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan kunjungan sehat, Prolanis, serta program GERTAK PENKINA di Sulawesi Tengah.
Ide pengembangan SIDARA berangkat dari kebutuhan praktis di lapangan. drg. Akmal melihat bahwa proses pemantauan data dan pelayanan Puskesmas membutuhkan sistem yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Prinsipnya sederhana, ketika masyarakat telah terbiasa menggunakan telepon pintar, maka pelayanan kesehatan juga harus bergerak ke arah yang lebih cerdas.
Aplikasi tersebut mulai digunakan di Puskesmas Sangurara pada November 2016. Dalam bahan tambahan yang disampaikan, SIDARA disebut membantu memonitor pelaksanaan pelayanan, mendukung pencapaian Kapitasi Berbasis Komitmen, serta memudahkan pengelolaan data program secara lebih terstruktur.
Pengembangan SIDARA juga memperlihatkan orientasi drg. Akmal terhadap pelayanan kesehatan yang berbasis data. Dalam pengalaman yang ia sampaikan kepada media, aplikasi tersebut ikut mendukung peningkatan rasio kunjungan peserta Prolanis di Puskesmasnya. Ia juga melaporkan penurunan angka kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Sangurara, dari empat kematian pada 2014 menjadi dua pada 2015 dan satu pada 2016.
Inovasi ini kemudian ikut memperkuat rekam jejak profesionalnya. Pada 2016, drg. Akmal memperoleh penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional dari Kementerian Kesehatan RI. Ia juga tercatat sejumlah penghargaan lain, yaitu Dokter Gigi Keluarga Terbaik PT Askes Cabang Palu serta Primary Care Award dari BPJS Kesehatan Cabang Palu.
Kiprah inovatif tersebut tidak berhenti pada SIDARA. drg. Akmal juga tercatat memperoleh hak cipta atas Nabelo, inovasi program layanan kesehatan berbasis sistem pendaftaran pasien secara online pada 2025, serta SIGAPS, Sistem Informasi Pegawai Sangurara, pada 2026.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan pola yang konsisten. drg. Akmal tidak hanya bekerja di dalam sistem, tetapi juga berupaya memperbaiki sistem. Dari pelayanan klinis, ia bergerak ke manajemen Puskesmas. Dari manajemen, ia masuk ke inovasi digital. Dari sana, ia melanjutkan pengabdian pada level kebijakan dan tata kelola kesehatan yang lebih luas.
Sejak 2022 hingga saat ini, ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palu. Posisi ini menempatkannya pada ruang yang lebih strategis dalam pengembangan mutu, koordinasi, dan penguatan pelayanan kesehatan di tingkat kota.
Di luar tugas pemerintahan, drg. Akmal juga aktif dalam organisasi profesi. Ia pernah menempati sejumlah posisi di Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan sejak 2025 dipercaya sebagai Ketua PDGI Cabang Palu periode 2025 sampai 2030.
Perjalanan drg. Akmal juga diperkuat dengan pengalaman pelatihan dalam manajemen Puskesmas, keselamatan pasien, audit internal, akreditasi fasilitas kesehatan tingkat pertama, pengelolaan BLUD, hingga integrasi layanan primer.
Kisah drg. Akmal Eddy Madda menunjukkan bahwa kepemimpinan kesehatan yang kuat tidak hanya lahir dari jabatan, tetapi dari kemampuan memahami masalah, membangun solusi, menciptakan inovasi, dan memastikan pelayanan memberi dampak nyata.
Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, sosok drg. Akmal menjadi representasi alumni yang membawa ilmu kesehatan masyarakat ke dalam praktik kepemimpinan, inovasi layanan, dan transformasi sistem kesehatan.
Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, FKM Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan figur alumni yang tidak hanya meniti karier, tetapi juga meninggalkan jejak perubahan dalam pelayanan kesehatan.