Berita

Jejak Alumni FKM: dr. Trieko Larope, Dari Puskesmas Menuju Kepemimpinan Kesehatan Kabupaten Sigi

Jejak Alumni FKM: dr. Trieko Larope, Dari Puskesmas Menuju Kepemimpinan Kesehatan Kabupaten Sigi
dr. Trieko Stefanus Larope, M.K.M.

Palu — Kepemimpinan di sektor kesehatan tidak lahir dalam satu tahap. Ia dibentuk melalui pengalaman panjang di pelayanan primer, manajemen rumah sakit, birokrasi kesehatan, hingga tanggung jawab strategis pada tingkat daerah.

Perjalanan tersebut tercermin pada dr. Trieko Stefanus Larope, M.K.M., alumni Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi.

dr. Trieko menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado sejak 1997 dan menyelesaikannya pada 2006. Pengembangan kapasitas akademiknya kemudian berlanjut melalui Program Magister Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Muhammadiyah Palu pada 2024 hingga 2026.

Perjalanan profesionalnya dibangun dari pelayanan kesehatan primer. Pada 2010 hingga 2012, ia dipercaya sebagai Kepala Puskesmas Kantewu, Kecamatan Pipikoro. Setelah itu, pada 2012 hingga 2014, ia mengemban amanah sebagai Kepala Puskesmas Kaleke, Kecamatan Dolo Barat.

Pengalaman kepemimpinan di tingkat Puskesmas terus berkembang ketika pada 2014 hingga 2022 ia dipercaya memimpin Puskesmas Kinovaro, Kecamatan Kinovaro. Delapan tahun memimpin Puskesmas menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman manajerial dan pemahamannya terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sigi.

Pada 2022, tanggung jawabnya berkembang ke tingkat pelayanan rujukan ketika dipercaya sebagai Direktur RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi hingga 2024.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi. Pada Januari hingga Juni 2024, dr. Trieko menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi. Selanjutnya, pada Juni hingga September 2024 ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi.

Sejak September 2024 hingga saat ini, ia mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi.

Rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan perjalanan kepemimpinan yang dibangun secara bertahap dan lintas tingkat pelayanan. Pengalaman memimpin Puskesmas memberikan pemahaman langsung terhadap pelayanan kesehatan primer, sementara kepemimpinan di rumah sakit memperluas kapasitas dalam pengelolaan pelayanan rujukan. Pengalaman di lingkungan Dinas Kesehatan kemudian menempatkannya pada ranah kebijakan, koordinasi program, dan tata kelola kesehatan daerah.

Pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di FKM Universitas Muhammadiyah Palu menjadi bagian penting dalam memperkuat perspektifnya terhadap pengelolaan sistem kesehatan, kebijakan, manajemen pelayanan, dan kepemimpinan kesehatan masyarakat.

Kisah dr. Trieko memperlihatkan bahwa perjalanan karier di sektor kesehatan merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus meningkatkan kapasitas.

Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, perjalanan alumni seperti dr. Trieko menjadi salah satu gambaran bagaimana pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat dapat mendukung tenaga kesehatan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan kesehatan daerah.

Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, FKM Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan perjalanan alumninya yang membawa ilmu, pengalaman, dan kepemimpinan ke dalam pelayanan serta pengabdian kepada masyarakat.

Instagram Hubungi Kami ↑