Berita

Jejak Alumni FKM: Astar Baturangka, Dari Kesmas Unismuh Palu Menuju Puncak Kepemimpinan RSUD Anuntaloko

Jejak Alumni FKM: Astar Baturangka, Dari Kesmas Unismuh Palu Menuju Puncak Kepemimpinan RSUD Anuntaloko
Astar Baturangka, S.K.M., M.K.M

Palu — Ada perjalanan karier yang dibangun bukan melalui satu lompatan besar, tetapi melalui proses panjang, berlapis, dan konsisten. Dari pelayanan kesehatan, manajemen rumah sakit, birokrasi kesehatan, hingga akhirnya dipercaya memimpin rumah sakit daerah.

Perjalanan tersebut melekat pada sosok Astar Baturangka, S.K.M., M.K.M., alumni S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu yang pada 2026 dipercaya menjadi Direktur RSUD Anuntaloko Parigi.

Fondasi pendidikan Astar dimulai dari Sekolah Perawat Kesehatan pada 1994, kemudian dilanjutkan ke Diploma III Keperawatan pada 2004. Pengalaman sebagai tenaga kesehatan kemudian diperkuat melalui pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Palu yang diselesaikannya pada 2013.

Lebih dari satu dekade kemudian, ia kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan menempuh Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Tadulako pada 2023 hingga 2025.

Perjalanan profesional Astar menunjukkan perkembangan tanggung jawab yang sangat panjang dan berjenjang.

Pada 2009 hingga 2013, ia dipercaya sebagai Kepala Seksi Penunjang Medik. Dari posisi tersebut, kapasitas manajerialnya terus berkembang hingga pada 2013 sampai 2015 ia menjabat sebagai Kepala Bidang Penunjang Medik.

Pada 2015 hingga 2017, tanggung jawabnya bergeser ke bidang pelayanan keperawatan ketika ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Keperawatan.

Selanjutnya, pada 2017 hingga 2019, Astar menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik. Posisi ini memperluas pengalamannya dalam pengelolaan pelayanan klinis, koordinasi tenaga kesehatan, serta operasional pelayanan rumah sakit.

Pada 2019 hingga 2021, ia dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Bagian Keuangan. Fase ini menjadi penting karena menambah pengalaman Astar tidak hanya pada aspek pelayanan, tetapi juga pada tata kelola keuangan rumah sakit.

Pada 2021 hingga 2022, ia kembali dipercaya sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik.

Perjalanan kepemimpinan tersebut semakin menguat ketika pada 2022 ia mendapat amanah sebagai Wakil Direktur Umum. Pada tahun yang sama, ia kemudian dipercaya mengemban tugas di lingkungan Dinas Kesehatan sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan periode 2022 hingga 2023.

Pengalaman di rumah sakit dan Dinas Kesehatan memberikan perspektif yang semakin luas. Ia tidak hanya memahami pelayanan dari dalam institusi rumah sakit, tetapi juga melihat sistem kesehatan dari sisi administrasi, koordinasi program, dan tata kelola sektor kesehatan daerah.

Pada 2023 hingga 2026, Astar kembali ke lingkungan rumah sakit dan dipercaya sebagai Wakil Direktur Pelayanan.

Tiga tahun dalam posisi tersebut memperkuat pengalaman kepemimpinannya dalam mengelola pelayanan, mutu, koordinasi antarunit, serta kebutuhan strategis rumah sakit.

Tahun 2026 kemudian menjadi salah satu fase paling penting dalam perjalanan kariernya.

Pada tahun tersebut, Astar dipercaya menjadi Direktur RSUD Raja Tombolotutu.

Tidak lama kemudian, amanah kepemimpinan kembali meningkat ketika pada 2026 ia dipercaya memimpin RSUD Anuntaloko Parigi sebagai Direktur.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Astar bukan sosok yang tiba tiba muncul di pucuk kepemimpinan.

Ia melewati hampir seluruh lapisan manajemen rumah sakit.

Penunjang medik. Keperawatan. Pelayanan medik. Keuangan. Wakil direktur. Sekretaris Dinas Kesehatan. Hingga akhirnya menjadi direktur.

Jejak tersebut memberikan karakter kuat pada perjalanan profesionalnya, karena setiap fase membentuk kompetensi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Latar belakang keperawatan memberinya pemahaman terhadap pelayanan langsung. Pendidikan kesehatan masyarakat memperluas perspektifnya terhadap sistem, organisasi, dan kebutuhan populasi. Sementara pengalaman manajerial membentuk kapasitas dalam kepemimpinan, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, dan tata kelola institusi kesehatan.

Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu, perjalanan Astar memiliki makna penting.

Sebagai alumni S1 Kesehatan Masyarakat yang kini berada pada posisi puncak kepemimpinan rumah sakit daerah, Astar menunjukkan bahwa kompetensi kesehatan masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan strategis dalam pengelolaan institusi pelayanan kesehatan.

Perjalanan ini juga memperlihatkan bahwa alumni FKM tidak hanya hadir di ruang program dan pelayanan masyarakat, tetapi juga mampu memimpin organisasi kesehatan yang kompleks.

Dari ruang pelayanan hingga ruang pengambilan keputusan.

Dari fungsi teknis hingga kepemimpinan institusi.

Dari alumni FKM Unismuh Palu hingga dipercaya memimpin RSUD Anuntaloko Parigi.

Itulah jejak yang kini ditorehkan Astar Baturangka, S.K.M., M.K.M.

Melalui rubrik “Jejak Alumni FKM: Dari Kampus Menuju Pengabdian”, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu terus menghadirkan kisah alumni yang membuktikan bahwa pendidikan, pengalaman, dan konsistensi pengabdian dapat tumbuh menjadi kepemimpinan yang memberi dampak nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Instagram Hubungi Kami ↑